Rabu, 05 Januari 2011

KEBUTUHAN MASA NIFAS

KEBUTUHAN DASAR PADA IBU NIFAS ( SEKSUAL )
2.1  Pengertian Seks dan Seksualitas
                   Kata “ seks ” dan “ seksualitas “ digunakan dalam pengertian yang tidak benar. Kata ” seks ” lebih sering diucapkan dari pada kata ” seksualitas ” walaupun yang dimaksud adalah ” seksualitas ”. Seks adalah kelamin secara biologis yaitu alat kelamin pria dan wanita ( Wimpie, 2000 ). Seksualitas adalah maksud dan motif dalam diri manusia. Seksualitas adalah hasrat ( desire ) dan keinginan ( want ) yang tumpang tindih dengan aspek-aspek lain kehidupan (Irwan,2004). Masa setelah melahirkan selama 6 minggu atau 40 hari, menurut orang awam merupakan masa nifas yang penting untuk di pantau. Nifas merupakan masa pembersihan rahim, sama hal nya seperti masa haid.
                   Seksualitas ibu dipengaruhi oleh derajat rupture perineum dan penurunan hormon steroid setelah persalinan. Keinginan seksual ibu menurun karena kadar hormone rendah, adaptasi peran baru, keletihan ( kurang istirahat dan tidur ). Penggunaan kontrasepsi ( ovulasi terjadi pada kurang lebih 6 minggu ) di perlukan karena kembalinya masa subur yang tidak dapat diprediksi.  
                   Pada prinsipnya, tidak ada masalah untuk melakukan hubungan seksual setelah selesai masa nifas 40 hari. Hormon prolaktin tidak akan membuat ibu kehilangan gairah seksual.




Secara fisik aman untuk memulai hubungan seksual begitu darah merah berhenti dan ibu dapat memasukkan satu atau dua jarinya kedalam vagina tanpa rasa nyeri. Begitu darah merah berhenti dan ibu tidak merasakan ketidaknyamanan, aman untuk melakukan hubungan seksual kapan saja ibu siap ( Saifuddin, 2001).
 Banyak budaya yang mempunyai tradisi menunda hubungan seksual sampai masa waktu tertentu, misalnya setelah 40 hari atau 6 minggu setelah persalinan. Keputusan tergantung pada pasangan yang ebrsangkutan ( Saifuddin, 2001 ).
Sebagian besar pasangan melakukan hubungan seksual antara minggu ke 5 dan ke 8 pasca persalinan ( Christine, 2006 ).
Sebenarnya menutupnya serviks ( ukur rahim ) serta normalnya kembali vagina membutuhkan waktu yang lebih singkat sekitar dua sampai tiga minggu. Sekarang umumnya diterima bahwa suatu pasangan dapat kembali melakukan hubungan seksual sesegera si ibu merasa siap melakukannya ( Sylvia, 1998 ).
Menurut Dr. Ferryal Loitan, AAS RT, SP Rm, M.Kes ( MMR ) pasangan melakukan hubungan seksual sebenarnya relatif tiap wanita berbeda-beda kesiapannya. Namun secara medis setelah tidak ada perdarahan lagi, bisa dipastikan ibu sudah siap berhubungan seks yaitu setelah masa nifas yang berlangsung selama 30-40 hari ( Word, S Com ).
2.2              Penyebab Apati Seksual pasca salin
A.     Stress dan Traumatik
Kelahiran bayi bisa menjadi pengalaman yang dapat menimbulkan traumatik terutama jika ibu belum dipersiapkan secukupnya. Banyak ibu yang mempunyan pengharapan yang tidak realistik tentang kelahiran. Misalnya : persalinan berlangsung lama atau persalinan yang memerlukan tindakan.
B.      Adanya luka episiolomi
Hal ini bila penjahitan luka episiotomi dilakukan dengan tidak benar maka akan mengakibatkan rasa nyeri dan rasa tidak nyaman di saat ibu berjalan dan duduk. Hal ini bisa berlangsung berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan walaupun mungkin sayatan itu sendiri sudah sembuh.
C.     Keletihan
Bagi seorang ibu yang baru dan belum berpengalaman selain harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang biasa, ia juga harus menghadapi bayinya yang tidak mau tidur, sering menangis atau bermasalah dalam menyusu. Maka ibu tentu menjadi letih dan lemas sehingga gairah seks pun merosot.
D.     Depresi
Penyebabnya adalah keadaan tidak bersemangat akibat perasaan kelabu pasca persalinan. Perasaan ini biasanya terjadi dalam beberapa minggu setelah kelahiran bayi. Hal ini dapat terjadi depresi berat yang berupa : insomnia, anoreksia (hilangnya nafsu makan), halusinasi (membayangkan yang bukan-bukan) dan kecenderungan untuk menghilangkan kontak dengan kenyataan.
2.3  Tujuan hubungan seksual
1. Sebagai pelepas ketegangan seksual
2. Untuk memperoleh kepuasan seksual bersama
3. Untuk menunjukkan kasih sayang bersama ( Derek, 1999 ).
2.4 Manfaat Hubungan Seksual Pasca Salin
Hubungan seksual dapat membantu rahim berkontraksi dengan kuat karena oksitosin dilepaskan ketika si ibu mendapat orgasme dan membuat rahim berkonttraksi (Sylvia, 1998).

PEMBAHASAN

3.1 Kebutuhan dasar pada ibu dalam masa nifas (seksualitas)
Ibu yang baru malahirkan boleh melakukan hubungan seksual kembali setelah 6 minggu persalinan. Batasan waktu 6 minggu didasarkan atas pemikiran pada masa itu semua luka akibat persalinan, termasuk luka episiotomi dan luka bekas section cesarean ( SC ) biasanya telah sembuh dengan baik. Bila suatu persalinan di pastikan tidak ada luka atau perobekan jaringan, hubungan seks bahkan telah boteh dilakukan 3 - 4 minggu setelah proses melahirkan itu. Meskipun hubungan telah dilakukan setelah minggu ke - 6 adakalanya ibu - ibu tertentu mengeluh hubungan masih terasa sakit atau nyeri meskipun telah beberapa bulan proses persalinan. 
                       Hubungan seksual yang memuaskan memerlukan suasana hati yang tenang. Kecemasan akan menghambat proses perangsangan sehingga produksi cairan pelumas pada dinding vagina akan terhambat. Cairan pelumas yang minim akan berakibat gesekan penis dan dinding vagina tidak terjadi dengan lembut, akibatnya akan terasa nyeri dan tidak jarang akan ada luka lecet baik pada dinding vagina maupun kulit penis suami.
3.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan seksual pasca persalinan adalah :
Ø      Beberapa wanita merasakan perannya sebagai orang tua sehingga timbul tekanan dan kebutuhan untuk menyesuaikan diri dengan perannya.
Ø      Karena adanya luka bekas episiotomy
Ø      Karena takut merusak keindahan tubuhnya
Ø      Kurangnya informasi tentang seks setelah melahirkan
Ø      Bahaya berhubungan seks pasca persalinan. Berhubungan seksual selama masa nifas berbahaya apabila pada saat itu mulut rahim masih terbuka maka akan beresiko.
Ø      Mudah terkena infeksi. Kuman yang hidup diluar akibat hubungan seksual ketika mulut rahim masih terbuka, bisa tersedot masuk kedalam rongga rahim dan menyebabkan infeksi.
Ø      Kecemasan dan kelelahan mengurus bayi baru lahir sering kali membuat gairah bercinta pasangan suami istri (pasutri) surut, terutama pada wanita.
Ø      Trauma psikis maupun fisik ditinjau dari segi fisik, wanita mengalami perubahan sangat drastis di dalam tubuh. Trauma fisik bisa terjadi saat melahirkan. Rasa sakit akibat pengguntingan bagian dalam vagina (episiotomi) untuk melancarkan jalan lahir untuk menghindari terjadinya perobekan yang berat. Tentu saja, tindakan ini membutuhkan waktu untuk penyembuhan.
Ø      Untuk mengalami let down ASI sehingga respon terhadap orgasme yang dirasakan sebagai rangsangan seksual pada saat menyusui. Respon fisiologis dapat menekan ibu, kecuali merekan memahami bahwa hal tersebut adalah normal.
Secara alami, sesudah melewati masa nifas kondisi organ reproduksi ibu sudah kembali normal. Oleh sebab itu, posisi hubungan seks seperti apa pun sudah bisa dilakukan. Kalaupun masih ada keluhan rasa sakit, lebih disebabkan proses pengembalian fungsi tubuh belum berlangsung sempurna seperti fungsi pembasahan vagina yang belum kembali seperti semula. Namun, bisa juga keluhan ini disebabkan kram otot, infeksi, atau luka yang masih dalam proses penyembuhan.
Gangguan seperti ini disebut dyspareunia atau rasa nyeri waktu sanggama. Pada kasus semacam ini ada beberapa kemungkinan yang bisa menjadi penyebab, yaitu :
1.Terbentuknya jaringan baru pasca melahirkan karena proses penyembuhan luka seperti guntingan jalan lahir masih sensitif sehingga kondisi alat reproduksi belum kembali semula.
2. Adanya infeksi, bisa disebabkan karena bakteri, virus, atau jamur.
3. Adanya penyakit dalam kandungan (tumor, dll).
4. Konsumsi jamu. Jamu-jamu ini mengandung zat-zat yang memiliki sifat astingents yang berakibat menghambat produksi cairan pelumas pada vagina saat seorang wanita terangsang seksual.
5. Faktor psikologis yaitu kecemasan yang berlebihan turut berperan,    seperti:
a. Kurang siap secara mental untuk berhubungan seks (persepsi salah tentang seks, dll).
b. Adanya trauma masa lalu (fisik, seks).
c. Tipe kepribadian yang kurang fleksibel.
d. Komunikasi suami istri kurang baik sehingga biasanya istri “malas” melakukan hubungan seks. Kurangnya foreplay-nya sehingga belum terjadi lubrikasi saat penetrasi penis. Jika foreplay dan lubrikasi sudah cukup namun masih nyeri juga, coba datang ke klinik yang melayani kesehatan sex wanita atau datang saja ke dokter kandungan yang wanita.

3.3     Beberapa faktor lain diantaranya:
·                     Beberapa wanita merasakan perannya sebagai orang tua sehingga timbul tekanan dan kebutuhan untuk menyesuaikan diri dengan perannya.
·                     Karena adanya luka bekas episiotomi
·                     Karena takut merusak keindahan tubuhnya
·                     Kurangnya informasi tentang seks setelah melahirkan
1.4 Bahaya berhubungan seks pasca persalinan :
Berhubungan seksual selama masa nifas berbahaya apabila pada saat itu mulut rahim masih terbuka maka akan beresiko.
Mudah terkena infeksi Kuman yang hidup diluar akibat hubungan seksual ketika mulut rahim masih terbuka, bisa tersedot masuk kedalam rongga rahim dan menyebabkan infeksi.
3.4  Sudden Death
Mati mendadak setelah berhubungan seksual bisa terjadi karena pergerakan teknis dalam hubungan seksual di vagina bisa menyebabkan udara masuk ke dalam rahim karena mulut rahim masih terbuka. Pada masa nifas banyak pembuluh darah dalam rahim yang masih terbuka dan terluka. Dalam kondisi ini pembuluh darah bisa menyedot udara yang masuk, dan membawanya ke jantung. Udara yang masuk ke jantung dapat mengakibatkan kematian mendadak.


3.5  Keluhan yang timbul saat hubungan seksual pasca salin
·         Rasa Nyeri
Hal ini disebabkan fungsi pembasahan vagina yang belum kembali seperti semula, atau luka yang masih dalam proses penyembuhan.
·                     Sensivitas berkurang
Karena persalinan normal merupakan trauma bagi vagina yaitu melebarnya otot-otot vagina.

3.6              Cara Mengatasi Masalah Yang Timbul Saat Hubungan Seksual
·                     Bila saat hubungan terasa sakit jangan takut berterusterang dengan suami
·                     Saat berhubungan memakai pelumas / jelly
·                     Saat berhubungan suami harus sabar dan hati-hati
·                     Melakukan senam nifas atau olahraga ringan
·                     Bidan biasanya member batasan rutin 6 minggu pasca persalinan
·                     Ungkapkan cinta dengan cara lain seperti duduk berpelukan didepan TV, mengosok punggung pasangan dan berdasan berdua.
·                     Program kontrasepsi harus segera dilakukan sebelum hubungan seksual karena ada kemungkinan hamil kembali dalam kurun waktu kurang dari 6 minggu ( kontrasepsi untuk mengatsi kehamilan )
3.7  Tips untuk ibu pasca salin
Agar gairah seks segera kembali berkobar setelah masa nifas, berikut ini hal-hal bermanfaat yang bisa dilakukan.
·                     Menjaga agar badan tetap sehat. Ingat badan sehat berarti hubungan seks juga sehat
·                     Makan makanan yang bergizi cukup, cukup berarti tidak berlebihan dan tidak kurang
·                     Cukup istirahat
·                     Olahraga secara teratur
·                     Hindari stres
·                     Hindari merokok dan mengkonsumsi alcohol
·                     Lakukan perawatan diri
DAFTAR PUSTAKA

Asmadi, 2008 . Konsep dan Aplikasi Kebutuhan Dasar Manusia, Salemba Medika.
Christine. 2001 . Konsep Kebidanan. Jakarta EGC.
Derik. 1999. Setiap Wanita. Jakarta : Delapratasa.
Irwan. 2004. Seksualitas Teori dan Realitas. Jakarta.
Manuaba, IBG. 1998. Mamahami Reproduksi Wanita.
Notoatmodjo. 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineke Cipta.
Sylvia.1998. Kehidupan Seks Selama Kehamilan Dan Setelah Melahirkan. Jakarta Arcan
















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar